My blessings in 2013 :
#lifeessentials

* my 2nd pregnancy
After waiting 2 years since we try to conceive , finally she is in my womb.
Semoga lancar ya sayang dan sehat lahirnya selalu

* Gus Andra 3 years old, healthy and happy
Gus Andra already in preschool! how time flies :D
He is so cute right now! And so tall! OMG, everyone think that he is 5/6 year old, yet he's only 3.5 yr old

* 4 years with Hubby
no celebration this year (boo... but we have a very nice - kinda of honeymoon trip in Dubai) but I am thankfull for everyday, he is my number 1 supporter, bestfriend, someone i cant count on and rely on.

* Family's health
Thank you Lord , this year all my parents and siblings is healthy and (most of the time) we are happy . There are times we argue each other of course but most of the days we are very happy :D

#businesstalk
* 3rd house
adding 1 more property to my investment portfolio
* spa business runs pretty good. (eventho im such a lazy online shop owner. Looking forward to make it big in 2014!)
* oriflame business stable (eventho im such a lazy upline this year hehehe. I just go back in mood since November LOL :p, looking forward to make it big in 2014 too)


So, 2013... Im grateful
2014

BRING IT ON, YOU're MINE BABY!





The power of writing your goals, is creepy.

Its been so long that i didnt write new goals, and visualize it daily....

And i decide to get back to this old habit of mine, for like 1,5 months
And im just so surprised that my goals come true, little by little.

Today i just finished my photoshoot for my upcoming webstore 
and also surprised that my oriflame business runs so good this month..

Wow.
Im blessed



Baru habis loading dari liburan, males cek cek kerjaan dan socmed, mau itu email, FB, insta, twitter, halagh, off dulu lah

habis ikut meeting LC
baru buka FB  ada yang ngemessej

Kok situ ke Dubai ga heboh sih di FB 
Downline2 butuh tau cerita2 terupdate biar semangat

Eits gedubrag ... Hihi
Terus jadi nyadar pas buka2 TL sendiri, ih iya ya updatenya jarang2 banget seputar di Dubai, paling foto2 doang yang diconnect dari instagram, itupun ga semua di share.

Ya udah nih diceritain yaaa, dibikin panjang deh ini notes. Mau cerita terutama seputar pengalaman main ke Burj Al Arab

Jadiiii begini...
Ini kedua kalinya ke Dubai, 
Pertama kali ke sana itu tahun 2009, aku ajak Mama ku buat perjalanan pertama kali ke trip Diamond Conference, biar sekalian liat recognisi diamondku
Diamond Conference itu acara tahunan jalan2 gratis buat orang2 oriflame yang mencapai titel diamond director and up. 
Waktu pertama kali ke Dubai, pas winter, *alias musim dingin*, musim dingin disana enak, sejuk, suhunya 24-25an lah seinget aku.
Seru, seneng, acaranya mewah dan heboh *as always, yah oriflame ga pernah ga heboh kalo buat event*
Dan yang paling berkesan di sana adalah hotelnya, Atlantis Hotel hotel bertema lautan yang super bagus sekali , bikin menganga sama detail interior dan eksterior yang cakep bgt, dengan segenap fasilitas kelas satu, dimana kamar terstandarnya aja harganya 8-9jutaan per malam, kalo disuruh bayar sendiri mah kutakrela menghambur2kan uang untuk nginep di situ...

Video opening Atlantis dan Palm Jumeirah disini : http://www.youtube.com/watch?v=y3D7KA69Obg

Saking berkesannya, itu hari terakhir diamond conference, kasur tempat tidur kamar dielus2, aku bilang
" eh eh, aku pasti balik kesini kok nginep lagi disini..." hihi

Well, becareful with your wish, they often come true 

Dan terkabullah doaku itu, tahun ini 2013 balik lagi ke Dubai, kalo dulu ajak Mama, skrg ajak Suami, sama downline2, sama uplineku juga, banyak deh dari Bali pokoknya

And... dalam jeda 4 tahun saja sejak kunjungan pertama kali ke sana, ada banyak perubahan di Dubai
Kalau dulu gedung2 kiri kanan masih berantakan krn masih banyak yang baru dibangun, skrg lebih rapi, 
Dulu belum ada MRT, skrg udah ada MRT jadi kemana2 lebih murah (taxi dubai mahal bgt)
Dulu belum ada Burj Khalifa, (gedung tertinggi saat ini, tingginya 828 m), skrg udah ada Burj Khalifa

Dan yang jelas beda, dulu ke sana winter, sekarang summer alias musim panas
Musim panas di Dubai sumpah ga enak bgt, suhu udaranya sangat gak manusiawi , >40 derajat celcius
, sekali keluar ruangan indoor yang dimana2 berAC, ga sampe 10 menit aku langsung sakit kepala...
Kelembaban udara juga aduhai banget, 90% - yah, bayangin situ masuk ruang sauna gitu deh, 11-12 sama cuaca dubai lah
Kalo kata pegawai hotel, ini udah lebih sejuk *what?* krn minggu lalunya mencapai 50'C *pingsan*

Dengan mempertimbangkan suhu yg gak asyik ini, akhirnya me and hubby memutuskan milih tur yang kebanyakan dalam ruangan aja
Dari Oriflame sendiri jadwalnya lumayan padat, 
ada acara welcome party di Meydan Hotel (hotel terpanjang sedunia)
ada acara Business Conference dan Gala Dinner yg berlangsung di Atlantis hotel ballroom.
dan cuma ada 1 hari yang bener2 free dari pagi sampai malam, 

Dan hari itu aku memutuskan buat mencoba High Tea di Burj Al Arab.
Burj Al Arab itu kalo salah satu situs travelling yang pernah aku baca, probably the most luxurious hotel in the planet, alias hotel termahal di planet bumi.
Penasaran bgt sama Burj Al Arab, karena pernah nonton reviewnya di salah satu channel tv travelling, 
Mewahnya super lebay ..
Hotelnya kamarnya sedikit, cuma 202 kamar, tapi super luas karena tiap kamar itu 2 tingkat , dimana luas kamar bervariasi dari 1,8 meter persegi s/d 8,4 meter persegi.

Tamu yang menginap disitu, dapat private iPad buat dipakai selama stay, bukan iPad biasa, tapi iPad yang dilapisi emas 24 Karat , denger2 di tiap kamarnya ada iMac buat tamu, dekorasi di bangunan hotel juga dilapisi emas 18 Karat, 
Waktu kesana dan sempet ke toilet , di toilet wanita juga berjejer parfum dan body lotion Hermes -__-" pengen takbawa pulang aja rasanya hahaha

Tarif menginap sangat tak ramah tabungan, untuk yang royal suite sekitar 210jt per night. (haduh matik aja dah)

Masuk kesana ga bisa sembarang, harus guest yang nginep atau booking lunch/dinner/high tea.
Ya sudah karena sadar diri bukan milliader, aku booking  high tea alias minum teh ala sosialita british *hihi*

pas masuk ke hôtel, di gate dicek dulu dan diminta kode reservasi yang diemail dari SkyBar, nama restoran di dalam Burj Al Arab,
dan bener2 diteliti itu namaku ada ga di booking list, karena namanya ala2 Indonesia yang mungkin ga familiar, agak lama juga itu diliat, untung ga bermasalah dah, dan bisa lolos

Sampe didalam, menurutku hotelnya emang dekorasinya sangat2 extravaganza dan meriah , bukan tipe aku dah pokoknya

Dan akhirnya diescort sama pegawai hotelnya buat ke sky bar lift.
Pas naik liftnya rada2 deg2an, maklum, ga pernah jadi sosialita, widih mesti jaim nih hari ini :p

Dan sky bar nya baguuus banget, dengan view kota dubai, Burj Khalifa dan Atlantis keliatan dari situ, 
Pelayanannya juga sangat okay, yang ngelayanin table aku 2 orang
ramah banget, tiap 15-20 menit disamperin, ditanya " Is everything okay?"

Nah, bagian noraknya adalah , dulu aku kira high tea itu artinya minum teh terus ada camilan2. Kirain dikit.
Ow ternyataaa, kayak fine dining yaaaah, ada welcome drink, startersnya, barulah tehnya keluar dan aneka snack2 , dan ada penutupnya... 
Welcome drinknya adalah Champagne, icip dikit, eh rasanya buat aku kayak air soda diinfuse sama tape hahahahha, ga suka minuman beralkohol, jadi si champagne ini suami aku aja yang minumlah
Selain champagne dikasi kurma, manisan2, dan gula buat ngeteh nanti
Starternya kalau ga salah bahan dasarnya dari terong, haduh bukan penggemar terong pula, ya sudah ini starters suami juga yang ngabisin

Habis si menu terong, ada menu ke dua, mini sandwiches. Nah, yang ini sukaaaaa banget, dan ternyata di menu kedua ini selain sandwiches juga ada salmon + caviar. Haiiiah caviar itu kan mahaaaalllllll . Heran juga kok mahal, rasanya sih asin2 amis doang, sempet merhatiin menu room service yang di atlantis, caviarnya per 50gram sekitar 2700 dirham (9jutaan) . 

Sesudah sandwiches, si pelayan nanya mau minum teh apa, sebenernya selain teh ada kopi juga dan minuman lainnya, ada belasan yang bisa diminum sepuasnya, akhirnya pilihan jatuh ke apple infused tea dan almond iced coffee. 
Tehnya ga terlalu suka, tapi almond iced coffenya suuuuukaaaaaaaa banget. 

cake2nya juga enaaaak banget, boleh ditambah sesuka hati, seperti minumannya tapi apa daya perut ga nampung semuanya

Dan setelah menikmati semua sajian super okeh itu, datanglah penutup yang juga sedep, lychee sorbet, yang diatasnya ada kelopak mawar yang udah dilapisin sugar. kecut manis enak.

Setelah puas ngeteh disini, dan puas foto2 (dianter keliling naik buggy sama petugas hotel yang baiiik banget), lanjut main ke Dubai Mall buat nonton Dubai Fountain, aku ikutan Lake Ride (jadi naik boat di danau buatan untuk nonton air mancur Dubai Fountain, world largest fountain) cantik bgt show air mancurnya, apalagi dilihat dari deket...

Pas pulang, aku diantar tour guide dari India yang ketemu diparkiran mall, karena udah kecapean dan males jalan cari taxi, si tour guide bersedia mengantar ke Atlantis pakai rate taxi normal, eh ternyata, mobilnya adalah Landcruiser. Jiahaha, perfect dah  hari itu, bener2 berasa Millionaire yang kebanyakan duit. :)))

Terus terang , pengalaman di Dubai yang sangat berkesan adalah High Tea Experience di Burj Al Arab, mungkin kalau dilihat dari harganya, sungguh overpriced hanya untuk sekedar ngeteh dan duduk2..
Tapi aku selalu inget pesan dari Anna Akhumyan , seorang president director yang saat berkunjung ke Bali, sempat hadir mengisi pertemuan di grupku...

Pas ngobrol2 sama Anna Akhumyan, beliau bilang.
"Aku ga pernah takut keluarin banyak uang untuk yang namanya experience. Aku ga suka beli barang2, oleh2, tapi kalau experience , itu wajib. Kamu harus menikmati hidup, jangan pernah menyesali uang yang kamu keluarkan untuk beli pengalaman yang berkesan"

Kalau dipikir2 omongan beliau bener juga..
Kalau beli barang, misalnya baju, tas , ga sampai berapa bulan kita memiliki pasti akan bosan. Jangankan tas atau baju deh, beli mobil aja ga sampe 2 tahun pasti bosen makenya :p

Tapi kalau menghabiskan uang untuk pengalaman yang berkesan, meski tidak dapat barang dalam wujud fisik , itu akan membekas selamanya di hati dan akan jadi kenangan yang indah , selama hidup...

Hmm gitu deh cerita Dubainya...
Untuk Gold Conference Oriflame tahun 2014, Mediteranian Cruise, kalau lancar dan sehat, mau berangkat berdua lagi sama suami, kalau yang Cape Town Africa nanti rencananya ga ikut krn tiketnya mau dikasi ke adik .. :D

Kayaknya sih bakal rame ini Gold Cruise
Yang lagi berburu LC dan nambah2 kaki : Dayu Aris, Dr. Darmika dan Dr Satria, Dian Adryati, Indah Fadlina.. Hap hap semoga lancar yaa semuanya

Terus yang lagi ngeden2 split out , yang udah punya split out 1 kaki, atau belum punya tapi udah ada 18%, 15% , walopun masi level director, anything can happen when you dream big enough, jangan nyerah di tengah masa kualifikasiiii >.< 7 bulan lagi kawaaan, fight fight hihi

Sampai jumpa tanggal 7 September 2013 ya
acara Oleh-oleh Dubai dari aku.. See you there and lets growwww peopleeee ;P
Yang kemarin udah ikut training 3 hari berturut2, ditunggu ya oleh2nya di acara



1
Original article here 


Charlie, who is impressively intelligent, said one of the big advantages that Berkshire Hathaway has had is that Warren & Charlie don’t need to worry about what everyone else is doing (in the investment world). Too many people get caught up in watching everyone else, and letting that influence them, that they lose their inner compass. Instead, figure out the guiding principles that matter the most to you, and let go of the need to check on what everyone else is doing, and the need to compare what you’re doing with everyone else.

Article from Zen Habits




Repost from Gobind Vashdev FB page.
This is exactly what i feel since .... months ago...


Agak jenuh rasanya mendengar hampir semua orang yang saya temui punya keinginan sukses secara materi. 

saya tidak anti sukses, begitu juga tidak menghindari kegagalan. sukses dan gagal adalah balutan sempurna pada kain kehidupan yang kita gunakan.

menjadi sukses secara materi memang banyak kebaikannya, tentu yang paling populer disebut oleh mereka yang belum kaya adalah " kan kalau punya uang banyak bisa membantu banyak orang yang lebih membutuhkan"
Setuju.

Sekarang mari kita melihat sisi lain dari kekayaan.
ketika seseorang mempunyai tumpukan pundi yang melewati dari batas kebutuhan dirinya, keinginan rajin sekali mengetuk benak ini. kita cenderung untuk membelanjakan sesuatu yang tidak kita butuhkan.

Memang perekonomian akan jadi lancar, namun lihatlah lebih dalam, bahwa hampir semua bahan dasar dari benda yang kita beli adalah kerukan dari perut bumi ini.
belum lagi banyaknya bahan bakar dalam memproses benda tersebut, apalagi sampahnya.

Dahulu setiap kali buang air kecil saya mengguyangnya dengan 2 kali gayung berukuran 1 liter air, hari ini dengan 1 kali putaran / tekanan, 6 liter air digelontorkan.

1 porsi makanan sederhana dengan lauk tahu dan tempe menghabiskan 98 galon air, sementara 1 porsi makanan dengan lauk ayam menghabiskan 330 galon air, dan berlipat menjadi 1200 galon bila kita menggantinya dengan daging sapi.

Chip di dalam handphone atau komputer Anda saat Anda melihat status ini menghasilkan limbah sebesar 4500 kali berat chip tersebut.

3 contoh diatas adalah sebagian kecil dari jutaan aktivitas kita dalam kehidupan sehari-hari.

bumi adalah ibu kita.
kita dirawat, dilindungi, dan dibesarkannya.
Kondisi Ibu saat ini sudah jauh dari sehat, dehidrasi kronis bukan hanya air tapi darah pun hampir habis, tulang yang keropos, serta nafas yang sesak akibat paru-paru yang lubang disana-sini.
Namun sepertinya kita enggan meninggalkan pesta-pesta kita.

Sekali-sekali luangkan waktu, jenguklah Ibu pertiwi, lihatlah bagaimana kondisinya, tanyakan bagaimana kabarnya, sekalian rasakan apa yang dirasakannya?

Dahulu saya sering mencemooh mereka yang kaya namun pelit, namun sekarang saya lebih bangga disebut 'pelit' daripada seorang yang 'royal'
karena menjadi hemat saat ini mirip seperti menghentikan kecanduan pada rokok.
apalagi ditambah serbuan media yg menawarkan produk terbaru memaksa kelenjar air liur kita berproduksi, program diskon seringkali membuat logika kita tak berdaya sementara fasilitas 0% dari kartu kredit merontokkan segala benteng pertahanan pikiran yang mencegah untuk berbelanja.

memang sulit lepas dari kecanduan, bagaikan seorang anak yang melepas kebiasan meminum susu dari Ibunya, ada tangisan, berontakan, rasa tidak nyaman dan sejenisnya, namun tidak ada jalan lain, kita harus melakukannya, bila kita tidak mau memaksa diri untuk merelakan kenyamanan yg sudah terlalu ini, maka alamlah yang akan memaksa kita.

Menjadi sukses secara materi memang baik selama kita mampu mengolah untuk kebaikan dunia,
namun bila kesuksesan materi digunakan untuk mengisi kekosongan hati kita dengan membeli lebih banyak benda agar kita dihargai, diakui atau dipuja, maka tindakan ini perlu untuk dipikirkan kembali.

salam bahagia :)

Please Share _/|\_



Below are work from home tips Q and A with abeautifulmess blog owner, Elsie and Emma, i repost this here, so it will be easier for me to find this tips when i need it again in the future.

Link to the original post here.
I've been working from home for more than seven years now. My career has taken quite a few twists and turns, but one consistency is that I've worked full time or part time from my home. I love it, but it's definitely gotten easier (and much more productive) over the years! This morning I took reader questions (via Instagram) and I've picked out a few to answer here today.
Q: I have a hard time staying focused and motivated working from home. I often move to a coffee shop just because that atmosphere seems to help me focus a bit more. Any tips would be great!
A: I totally understand. This was a huge thing that I struggled with when I first started working from home. Homes are filled with distractions and responsibilities that can derail a perfectly productive work day. With that said, I now find my home to be the most productive place to work and struggle with the opposite problem while traveling. A few tips that have helped me are keeping strict working hours (I'll talk more about this below), working in a small group, keeping a list by my side at all times (SO essential) and spacing conference calls and team meetings throughout the week. So I have larger blocks of "alone time" to blog and complete deadlines. 
Q: Please share how you use an editorial schedule for your site.
A: We have touched on this subject in the past (here and here and here). We plan all of our posts for the week every monday, through the following Monday or further out sometimes. For longer term posts (likethis or this) we may have it on our running list for several months before we set a publish date for it. It really depends on the type of content whether it needs a few days day or a month of prep time, we try to give each idea whatever amount of time it needs to "bake". We make our weekly schedule that's super organized and specific, but we also know that small shuffles will need to happen, so we stay flexible. 
Q: How do you find new inspiration sitting in the same place while working??
A: Honestly, Emma and I travel so much right now that we LOVE weeks that are slow and relaxed. If we are ever feeling a creative block, we take breaks—like going out for lunch or coffee, stopping by a flea market or taking a little bit of alone time to run errands. I think consistency is very important in a working environment, so I appreciate a routine and a schedule that we can stick with most of time time. I am most productive when my weekdays are routine and simple. 
Q: Does working from home generate clutter (which for me can interfere with working!)? Do you have to clean/organize before you can really get to work?
A: Oh my goodness! This is a HUGE issue. We do our best. Eventually we plan to move to another office space, but until then we do we have to work extra hard to make our situation work for everyone. On any given weekday we have between 2 to 5 people stopping in and out of my home. They bring computers, food and project supplies—so, yes, it gets very messy! We try very hard to be considerate of others and clean up our spaces. With that said, I've never had a "perfect" home studio. And if someone else does I would love to hear how! We deal with the mess because it's worth it. :) 
Q: In about what time frame do you normally get an average post written?
A: As I said above, it really does depend on the type of post we are writing. Some posts seem to take an eternity between sourcing supplies, perfecting a DIY method, executing a finished project and then photography and copy writing. Others, like this one, are really just something we did for fun and then blogged about on a whim. I would say that from start to finish an average post takes a few hours. We always want to stay open to spending more time on projects we love. But it's definitely important to have a system that's functional and time efficient, since we are committed to publishing content a few times each day. Balance is good! :)
Q: How do you avoid distractions? 
A: We don't work on personal projects or personal e-mails during work hours. We follow a list of tasks and goals each week. When somethings not working, we talk about it and try something new. I will say that working in a group does help a lot. We've found that everyone is far less likely to waste hours browsing online when there are other people around. It just helps everyone stay aware of what they are there for and on task! 
Q: How do you separate work life from home? What are the boundaries you set/use? 
A: Right now our small team works from my home. Some people only come over a few days per week, but there is someone here every weekday. When we made this choice my husband and I had a long conversation about how to keep our house feeling like a home, despite all the "work stuff" going on here. Here's what works for us: Nobody comes into the home until 10 am every morning. This gives Jeremy and I a little more privacy during our morning routine. On an average day, everyone leaves at 5 pm. Even though we aren't able to fit all our work for the day in that 7-hour slot, we're really intentional about getting our work that needs to be done as a group during that time. But I talk about that more below. We also have a work zone and private zone in our house, meaning our team doesn't go upstairs, where most of our living space is, without a reason. This distinction is important because we don't have to stress about people entering our private space all the time (e.g., it's not embarrassing if we don't make the bed or have some clothes on the floor!) Emma and I also have a system for separating our personal time and money from the business's time and money. These things all help us stay professional, balanced and reduce stress in a big way. I don't think any business can be at its best without proper boundaries, especially when working from home. 
Q: Do you set office hours for yourself? Also, how do you deal with retirement funds, insurance, etc when you're an entrepreneur? 
A: Yes. I work set hours every week and then Emma and I also work "optional hours". Monday through Friday we always work between 10-5 with our team. For the "optional hours", as necessary, we'll work in the early mornings, the evenings and the weekends to make sure we're staying on top of everything. For example, we are shooting a book right now, and we do almost all of our shoots on Saturday mornings. We plan them in advance, and we are careful to give ourselves days off (usually Sundays) and free evenings (hello, date night!) on a regular basis. Because of all the projects we are working on right now, we can't complete our work in 40 hours like a normal job. BUT we make sure to schedule days off, so we don't go insane. It's amazing what a difference a day and a few nights off every week do to reduce our stress levels... it's so important! 
As small business owners, we are responsible for our own insurance and retirement funds. I have an accountant who helps me stay organized for tax time. We use the same accountant for both business and personal tax needs, which helps to simplify the process. 
Q: How do you divide your time to conquer multiple projects at once without burning out?
A:  This is a great question! For us, multiple projects actually helps make our job more fun and less monotonous. I love switching between projects! Our biggest commitments are our blog, which one or both of us work on daily, and our books, which are seasonal- 6 months on, 6 months off type work. We also do collaborations (SO fun!). But we are very careful with which ones we take on, because they only work well when they are a great fit. :) I would never want to go back to doing strictly one thing. But with that said, it's important not to over-commit, because I think that is one of the biggest sources of burn out! 



Todays post is about my business experience.

Since 17 years old, my dream is to be a successful enterpreneur. (Yes, im reading Kiyosaki's Rich Dad Poor Dad too early :-p)
I join Oriflame, an MLM company , and i really put my heart to this business... And i become one of the most successful leaders here in Indonesia. 8 years, i focus only on Oriflame. But in the 9th  year... ....... I begin doing other business. And i fall in love in online business - particularly online shops. I create my own brand and sell it online

so.. this is my comparison.. based on my own experience....

Pros and Cons, MLM vs Your Own Company

MLM 

Pros : 
- Everything is already prepared by the company. The system, catalogue, product, marketing plan, etc. All you gotta do is start promoting. Thats it.
- Passive income when your network is already strong. For the past 6 month i can honestly say that im not working at all, only ordering products to claim my bonus and i got paid more than IDR 200 mio. O_o"
- Great travel reward (and also cash awards + luxury car) . in Oriflame they offers luxurious travel reward twice a year for diamonds and up like me, and it is OMG-SUPER-GOOD. Eventhough im able to buy it on my own, but wasting 100 millions for luxury travelling is such a waste of money so this reward is just incredible.
-  The togetherness with team , because you got the same goal (to grow in the business), you work together everyday , you talk the same language between each other..

Cons :
- Too many competitors, and its harder to have Unique Selling Propotion, because there's company's Code of Ethic of promotion, no online selling, can not open shops/store in malls/other potential places. You gotta follow the rules created by company.
- Small commision compared to the sales you produce for company. 4% maximum. Yep. its only 4%.
- Working with hundreds of people ..... means.. more drama. Yes its true. *personal experience*

Your Own Company

Pros:
- Ultimate freedom. It is your own company. You decide the price, the profit margin, product catalogue, selling rule.
- Because you decide the profit margin, for me its much easier to get money by creating your own company. Way easier.
- For me it less stress. Working with employee is easier than working with  downlines. Employee will say yes to whatever task you give to them. And if they dont, you can simply say : you're fired *Donald Trump style*

Cons.
- You plan and prepare everything (at least in the very beginning before you can hire a supervisor/manager to replace your job and create a very good SOP) !!!! Products, marketing, sales system, costumer care etc.
- When trouble comes (late delivery from suppliers, etc, no one to blame, you gotta fixed it ! You are the owner)


And with both pros and cons ...... I cant choose just one .... :p
Both are equally good!
Wish me luck everyone :))




If you really want it, you shall find a way
But if you're not, you will find excuses.

:))

Yeah. I know that this month.. it's  Galungan, Nyepi, and my laptop is acting weird. It freeze just when i need to work, but yeah i know.. i know.. maybe i just dont want it bad enough.

I must admit that im in a phase where making 100 million per month is super possible right now and i can do it , i know how to do it, i got a plan that is so realistic and do-able.... but i just not motivated enough.

Im in a what they call comfort zone i guess.... :-p

Arrrgghhh you lazy bad girl! Get up and grab that goal will you! *talking to myself*





She is Bubz Beauty, a Beauty Guru on You Tube, *like Michelle Phan*
I enjoy watching this video because... i can relate to it..
No, im not an internet celebrity...
But my daily activites is pretty much the same..


 I love being an internet marketer :))

 You're at home, you make money, and life is so flexible...

When im hungry... Just go grab snacks in kitchen , few steps away from home office.
When im bored during work.. i go out of my home office and play with my son , or buy ice cream!
And of course the best part is : i still make pretty good income.. Waaaay above normal working people in office :p


 Love my life!



Today's post will be in Bahasa Indonesia..
*halagh*

Okeh, tadi pagi sambil beberes rumah, tiba2 aja kepikiran 2 pertanyaan yang ngeganggu, ga ilang2, sampe akhirnya ditweet :



Well, semua bisa dicari di google yaaa...

Nemulah link blog ini ... yang lagi bahas buku Bob Sadino.


. “Terlalu banyak  harapan yang tidak sesuai kenyataan. Jadi ngapain berharap?.” Dia mengatakan bahwa untuk meraih sukses, seseorang harus membebaskan dirinya diri harapan. Berikut kuitipannya:
“Orang pintar basanya paling banyak harapannya. Bahkan maunya berhasil dalam waktu singkat. Padahal semua itu impossible! Orang goblok harapannya hanya satu: hari ini bisa makan!

Menurutnya menjadi pengusaha itu tidak ada syaratnya. Pengusaha itu harus bebas tekanan, merdeka, terserah mau kemana pun dia melangkah. Tidak boleh ada syarat. Tidak boleh ada kata “harus”. Harus begini, harus begitu, harus punya ini, harus punya itu. Karena semua keharusan itu merupakan hambatan.




Beberapa pemikiran tersebut terjawab di bagian akhir. Bagian yang paling menarik menurut saya. Bagian ini menjelaskan tentang gambar pada cover tentang 3 lingkaran yang melambangkan tiga tahapan kehidupan menurut  Bob Sadino:
1. Lingkaran yang terbagi dua oleh garis dan masing-masing bagian berwana hitam dan putih.
2. Lingkaran yang warnanya menghilang dan yang tersisa hanya garis kelokan  yang membagi dua lingkaran.
3. Pada bagian ketiga garis pemisah pun lenyap, sehingga yang terlihat hanya lingkaran putih saja.

Maksudnya?                                                                                            

                Lingkaran pertama terbelah oleh garis yang berkelok. Sisi sebelah kiri berwarna hitam, sedangkan sisi lainnya putih. Lingkaran ini menggambarkan bahwa pada tahap awal kehidupan seorang manusia, selalu melihat segala hal secara hitam putih, terang gelang salah dan benar. Pandangan hidupnya penuh dengan kesaklekan, pokoknya begini pokoknya begitu, saya benar dan yang lain salah. Seya melalui proses ini pada tahap awal kehidupan saya, demikian juga sebagian besar manusia.

Pada tahap awal ini, biasanya kita sering mengalami tekanan batin karena banyak hal yag tidak sesuai dengan pandangan kita. Kok banyak orang berbuat jahat? Kok tega-teganya mereka berbuat seperti itu? Tekanan juga muncul karena banyak harapan yang tidak menjadi kenyataan. Mau jadi pengusaha gagal terus. Tetap jadi karyawan stres juga. Pada tahap ini, hidup Anda hanya terdiri dari dua corak saja, hitam dan putih. Tidak berwarna! Ketika mendapat keberhasilan, Anda gembira bukan main dan merayakannya. Dunia seolah milik sendiri. Sebaliknya saat mengalami kegagalan, Anda bersedih. Dunia seperti kiamat, seakan-akan tidak ada harapan. Biasanya, seorng manusia melewati masa ini sejak lahir sampai usia 30-40 tahun.

                Pada lingkaran kedua ini, hanya terdapat sebuah garis berkelok saja, yang membagi dua lingkaran. Tidak ada lagi hitam dan putih di kedua bagiannya. Hidup menjadi abu-abu, ternyata yang salah bisa benar dan yang benar bisa juga salah. Yang selama ini dianggap 100 persen keliru, ternyata di dalamnya bisa juga berisi kebenaran. Ketika gelap, tidak sepenuhnya gelap karena ada sedikit cahaya terang. Malam yang berabad-abad lalu gelap gulita, kini bisa menjadi terang benderang selamanya. Pandangan hidup Anda berubah!

Kala mengalami kegagalan pun, Anda bisa memperoleh pelajaran berharga dari kegagalan tersebut. Saat gembira, mungkin saja terdapat bibit bencana. Semua hal mungkin terjadi meski secara kasat mata, tidak terlihat. Anda sudah berpikir lebih bijaksana, tanpa harus menanggalkan keyakinan, karena ternyata memang betul, yang salah belum tentu salah 100 persen, demikian pula yang benar. Anda masih banyak harapan atau impian, tapi tidak menjadi kecewa bila tidak tercapai. Anda masih punya nafsu, tapi bisa mengendalikannya. Biasanya, manusia mengalami fase seperti ini pada usia 40-60 tahun.

                Fase terakhir berupa lingkaran kosong, tanpa hitam putih dan tidak lagi terbagi dua. Dia polos. Bila Anda sudah memasuki fase ini, hidup sudah seperti air. Mengalir begitu saja. Kalau bertemu kayu, ditembusnya atau belok ke arah lain. Bila ada lubang, kadang dimasuki atau dilewatinya, tidak jarang pula berbelok. Bila ada ranting di tengah jalan, mungkin disingkirkannya. Kerap juga dia berbalik karena membentur dinding.

Hidup tidak lagi terbagi dua hal hitam putih salah benar terang gelap. Melainkan sama saja. Anda sudah ikhlas menjalani hidup tanpa ada lagi keinginan dan harapan. Anda pun sudah sepenuhnya menyerahkan jiwa raga buat yang Maha Kuasa. Istilahnya Anda sudah total surrender! Tidak ada lagi yang Anda cari dalam hidup ini, apalagi hanya sekedar materi. Anda sudah memasuki dunia wisdom. Dunia yang penuh dengan kebijaksanaan…

Biasanya, manusia baru bisa mencapai tahap ini pada usia di atas 60 tahun. Ironisnya banyak juga orang yang sudah berusia di atas 60 tahun, tapi masih bergerak pada fase lingkaran kedua. Bahkan mungkin di fase pertama. Saya perlu kasihan pada orang sepeti itu. Di sisi lain, ada juga anak muda – baru 20 – an tahun atau 30 tahun – tapi hidupnya sudah dipenuhi kebijaksanaan fase ketiga.

                Saya sudah berada di fase lingkaran ketiga sejak lama. Karena saya sudah tidak pernah berharap, tidak punya keinginan lagi, tidak punya tujuan dan tidak pernah punya rencana. Yang saya lakukan hanyalah mengalir saja, lakukan saja. Ikhlas dan total surrender.

Anda termasuk golongan yang mana?


Kalau aku.. Masih di golongan lingkaran kedua :) Yeah call me sok mature tapi for honest itu lah yang dirasain..

Dulu bener2 "militan" banget dan tipe high achiever, bahkan dulu kalau paling benci dengar pepatah orang tua yang bilang :
- Kalau lagi senang jangan terlalu gembira , kalau sedih jangan terlalu sedih, karena semua sementara.. 
- Hidup itu dibiarkan mengalir saja, jangan terlalu ngotot..

Paling bete karena menurut aku itu pepatah pembenaran dari orang apatis yang ga berani punya impian besar,
Hahaha..

Tapi, as i grow older... 
Mulai paham kebijaksanaan dibalik 2 pepatah tadi ...

Sekarang lebih santai, lebih rileks, tetep punya ambisi, pas gagal ya kesel juga tapi ga terlalu berlarut lama, pas berhasil juga ga euphoria.. 


Sungguh ga berharap itu bener2 membebaskan :) 
Karena jadi fokus berkarya dan  seperti dikutip dari Bob Sadino :

 jangan terlalu memikirkan sukses. Kalau terlalu banyak mikirin sukses, bekerja gak rileks dan hasil jadi ga bagus..















2 weeks ago i got a request from a friend to create her an e-commerce website for her online shop, and i accept the challenge.
Challenge?
Yep, its a challenge for me becauseeee...I NEVER succesfully create an e-commerce site before. (i only read tutorials about it)

So...
after a few hours of googling, trials, errors,  ups and downs ( i cant barely remember how many times i said F*ck off.. Maaan  whyyyy this stuff didnt work!!!!!!!!!!!)

I finally did it!!!!!!!!!!!!

Wooo Hooo

Its 80% ready, just a few clicks here and there, typing some text for How To Use tutorial... and its a wrap everybody!

What i learn from this experience :
- The Power of Last Minute Deadline, does exist. Last minute time will push you to the limit and when you push your self hard enough, you will make it :p
- Never afraid to try new challenge.... If your heart say you can do it, you finally would!

Sneak peek of my work :



I create it with Wordpress, loving the plugins and user friendly interface ... ;)



Dulu banget, pernah beli buku The Power of Kepepet, saking berkesannya sampe dibikin blogpost di blog kusumadewi.net Februari 2009 ( 3 years ago )
 Lucunya adalah, beli bukunya tapi gak ngeh yang nulis siapa. Sampai suatu hari di twitter, entah gimana ceritanya follow akun @jayayea .. Udah lama follow baru nyadar, lah ini ya yang nulis buku The Power of Kepepet :-|

 Twitternya menarik banget, bermanfaat, ilmunya daging semua deh di twitter Terus diceritain sama si Mbah @webmasterID .. Katanya Mas J baik banget dan kalau bagi ilmu itu bener2 tulus.. Sampe kepengen ikutan e-camp (program enterprenurship training) nya yang bulan November ini.. Tapi karena bentrok schedule (plus ga dikasi suami karena suami suka sebel kalau aku ikut seminar yang juta juta) hmm hmm... ya udah, ga jadi

 Eh tapi ternyata rejeki ga kemana yah hihi, ternyata Mas J ngadain kopdar di Bali, GRATIS, karena beliau lagi ngisi training e-camp untuk mitra binaan PT Free Port di Bali, acaranya di Pecatu.. Gosh gosh gosh. Bener-bener beda yaa belajar sama praktisi dan sama MotiPaktor ;p

 Jadi .. apa aja intisari yang dipelajarin hari ini sama Mas Jaya Yea... Let me sum it up in my words.

1. About the cashflow quadrant.

 Bagi pengusaha apalagi orang MLM *like me* kitab suci nya sudah pasti tentunya cashflow quadrant nya Robert T Kiyosaki lah yaaa...

Cetar banget deh masukan dari Mas J tentang si Cashflow quadrant ini. Jadi sebenernya banyak orang yang kuadran S.. keukeuh pengen masuk kuadran B, bikin business yang punya sistem, dan kejer passive income dari sana , trus baru masuk ke I..

 no .. no .. no...

 Everyone is unique, dan for honest bikin business yang sistemnya rapi, yang saat ditinggal ownernya bisnisnya growing terus, bukan bisnis yang pas ownernya ada bisnisnya jalan pas ownernya ga ada bisnisnya ga berkembang, ga semua orang bisa.

 Ada orang yang natural talentnya mungkin jadi self employee , tapi jangan ciut juga.. self employee itu bukan berarti jelek. You can make huge money too by being a self employee.. Let say jadi selebriti, atau jadi make up artist, or whatever lah.


Yang penting pinter2 ngatur uang yang masuk tadi aja . Saat business mu yang masih ada di kuadran S berkembang pesat (lagi di fase Sapi perah kalau menurut BCG (Boston Consulting Group) Matrix *jadi inget jaman kuliah manajemen pemasaran* , duitnya banyak hasilnya...

 Go go go sisihkan buat beli asset (jadi masuk ke kuadran I), beli deh properti yang bisa ngasilin duit sewaan per bulannya, atau reksadana yang untuk pensiun, beli franchise yang udah paten yang pasti jalan.., etc) Bayangin kalau hasil kuadran S yang berkembang pesat tadi bisa didistribusiin ke 100 jenis investment, 100 investment yang kasi profit 3-5% per month. Risk distributionnya udah cukup aman deh kata Mas J..
 yah rugi 20 investmentnya masih ada pasif income mingkem tiap bulan.

 Bukan seberapa banyak uang yang masuk. Tapi seberapa pasif. *NOTE THAT*

 2. Dunia bisnis itu beda sama jadi agen MLM.

 Tadi sempet nanya, boleh sharing ga tips untuk achieve 1 M per bulan. Jawabannya menarik dan membuka mindset, bahkan goal tahunanku untuk 2013 pasti kena revisi karena jawabannya mas J tadi. "kalau dunia bisnis, itu beda sama jadi agen MLM atau asuransi, dimana incomenya bulanan. Kalau bisnis, bulan ini profit 1 M, bulan depan bisa rugi 1 M. "

 Kalo kesimpulanku sih jadinya yang penting jadinya adalah setiap dapat profit, buru buru lariin ke investment deh. (seperti dibahas di point 1)

 Hmmm nice nice.
 Setelah dapat input seperti itu , jadi keinget ilmunya Pak Tung (kalo ga salah)
Ada massive income (income besar tapi ga pasif)
Ada massive passive income (income besar dan pasif)
Ada juga passive income (income pasif tapi ga segede massive income)

Dari MLMku yah buat running kebutuhan bulanan dan bisa invest beberapa bisnis yah..
Terus dari company sendiri (yang masih diprepare ini) nanti selama masih di fase cash cow, bisa jadi massive incomenya, syukur syukur jadi massive passive income.


3. Keep your balance.


Trus yang sangat bagus tadi adalah... mau jadi millionair yang seperti apa?
 Mau yang tiap hari sibuk meeting sana sini, urus macem-macem,
atau yang nyantai... atau yang punya banyak waktu untuk keluarga. Bangunnya siang2.. habis bangun siang online, main ama anak, trus keluar rumah cuma 2-3 kali seminggu (ih ini aku banget sik)

 For me of course lah yang punya banyak waktu untuk keluarga dan bisa nyantai.
 Intinya : KEEP YOUR BALANCE. jangan sampai bisnis terus sampai keluarga bubar...



 4. Keep good relationship with others.


  Pesan penting banget buat agen MLM Jaga relasi baik-baik sama sesama teman di MLM mau upline, downline,crossline, karena pertemanan dan link is everything. (sama pesannya kayak coach nyoman).. Yes true. Walau crossline di MLM, ga nutup kemungkinan bisa partneran di tempat lainnya, yes?

So thats it the keypoints from me!






















Xoxo



Mamiii


Powered by Blogger.